Melihat dengan mata tak sama halnya melihat dengan pikiran. Mata hanya menyuguhkan realita yang seolah tak mampu kita rubah. Melihat dengan pikiran adalah makna lain dari mencoba menghias sebuah kertas yang tampaknya sudah indah ataupun malah sebaliknya merusak yang sudah berantakan. Mata hanya akan membawamu pada segala hal yang ada di permukaan, tapi pikiran akan mendorong mata mengantarmu pada sebuah imajinasi. Imajinasi tak akan terbatas hanya pada apa yang kita lihat, tapi imajinasi akan selalu membawa kita pada gambaran yang tak pernah statis. Selalu berubah adalah sisi lain dari melihat menggunakan pikiran.
Saat kau pejamkan mata yang ada hanya sunyi dan bukan gambaran yang sudah nyata. Memori mungkin menjadi salah satu unsur yang kita lihat saat mulai pejamkan mata. Memandang sekeliling sungguh bukan hal yang mudah. Kita terbiasa melihat banyak hal secara sekilas, itulah kelemahan mata. Orang-orang berjalan, mereka yang berkendara dengan tunggangannya, pelajar berseragam, penjual makanan atau banyak hal lain yang menurut kita hanya sebuah rutinitas hidup dan siklus harian yang takkan berubah. Namun saat kita mau libatkan pikiran ketika melihatnya, imajinasi akan mulai menunjukkan perannya sebagai pemain ulung.
Rubahlah mereka dalam bayangan dan imajinasi yang kita bentuk. Lihatlah mereka dengan pikiran imajinasi kita. Pikiran kita adalah imajinasi kita. Tutup mata sejenak pikirkan hal-hal gila tentang rutinitas itu. Orang-orang menyusuri jalanan bersepeda roda satu, pelajar berkostum badut lengkap dengan ransel di punggung mereka, atau mungkin penjual jalanan yang menjajakkan dagangan mereka dengan bernyanyi ala rapper. Mungkin semua imajinasi itu terdengar konyol, namun itulah melihat dengan pikiran, menghasilkan daya dorong untuk ciptakan imajinasi dalam bentuk yang kita mau.
Komentar
Posting Komentar
Berikan komentar, apapun yang sekiranya bermanfaat bagi banyak orang. Ini adalah forum untuk berbagi. Menuliskan satu kebaikan adalah murni untuk kebaikan bersama...