Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

MASA

Malam itu aku tertuntun dengan tanpa sadar oleh hawa yang tak pernah kurasa sebelumnya. Perlahan tapi pasti aku mulai langkahkan kaki pada anak tangga yang terasa menanjak dan jauh dari jangkauan. Semilir angin subuh semakin terdeteksi. Bertanya dalam hati apakah aku sudah berjalan sangat lama hingga subuhpun datang hampir menyongsong? Nafasku mulai terengah oleh dinginnya bisikan pohon dan tawa jangkrik yang masih terdengar walau sendu. Hati berdebar tak karuan. Bau itu semakin menyadarkanku akan memori lama yang mulai bisa kukubur bertahun lalu. Sayangnya aku tak ingat memori yang mana itu. Dimanakah aku? Terdamparkah aku? Tak tahan diri ini harus bergelut dengan untaian pertanyaan yang terus menderu dalam pikir. Tangga besi yang kunaiki ingatkanku pada deburan langkah kaki masa lalu. Dindingnya masih sama, bangku coklatnyapun masih sama. Jendela itu, ya jendela-jendela itu pun terlihat masih sama dan tak asing bagiku, langit-langitnya yang melengkung juga terlihat akrab oleh mataku....

MATA KITA BERBEDA

Melihat dengan mata tak sama halnya melihat dengan pikiran. Mata hanya menyuguhkan realita yang seolah tak mampu kita rubah. Melihat dengan pikiran adalah makna lain dari mencoba menghias sebuah kertas yang tampaknya sudah indah ataupun malah sebaliknya merusak yang sudah berantakan. Mata hanya akan membawamu pada segala hal yang ada di permukaan, tapi pikiran akan mendorong mata mengantarmu pada sebuah imajinasi. Imajinasi tak akan terbatas hanya pada apa yang kita lihat, tapi imajinasi akan selalu membawa kita pada gambaran yang tak pernah statis. Selalu berubah adalah sisi lain dari melihat menggunakan pikiran. Saat kau pejamkan mata yang ada hanya sunyi dan bukan gambaran yang sudah nyata. Memori mungkin menjadi salah satu unsur yang kita lihat saat mulai pejamkan mata. Memandang sekeliling sungguh bukan hal yang mudah. Kita terbiasa melihat banyak hal secara sekilas, itulah kelemahan mata. Orang-orang berjalan, mereka yang berkendara dengan tunggangannya, pelajar...