Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

BERSUNYI DALAM MALAM

Jemari menari menitikkan kata-kata yang dia sendiri tak paham tentang apa yang seharusnya ditorehkan. Hanya barisan huruf yang lama-lama tersusun menjadi kata baku tak baku. Inilah imajinasi. Imajinasi yang tersorot dari masih berfungsinya otak. Penuh gairah dan daya lamunan tak berdasar. Semua hanya kesenangan untuk saat ini. Lagi-lagi hanya untuk menemani si otak bekerja, lebih tepatnya membantu otak me- file kan segala macam rekaman dalam deretan kalimat. Ketika hari ini secara tak sadar belum memberikan kesan luar biasa, mungkin esok akan jadi titik balik di mana ini semua menjadi luar biasa atau apesnya di luar kebiasaan. Apa itu? Hanya diri sendiri yang akan merasakan nantinya. Perlukah dipikirkan? Perlu…agar semua tak berakhir di luar kebiasaan, tapi berdestinasi ke hal luar biasa. Semangat dan sukses untuk kita semua.

ANTRO DI HATI

AN-TRO-PO-LO-GI. Mungkin banyak yang tidak tahu apa itu. Jangan-jangan justru malah sok tahu, dan mendefinisikannya sebagai Arkeologi atau Sosiologi. Inilah salah satu tugas awal yang harus kami jawab di akhir pendidikan sebagai mahasiswa Antropologi. Membedakan antara Antropologi dan Sosiologi serta menjelaskannya kepada khalayak luas. Setelah kurang lebih satu minggu menjadi mahasisiwi Antropologi Budaya, begitu banyak hal yang didapat. Mengamati, menyampaikan, dan merangkainya dalam susunan kata-kata menjadi tugas teratur kami nantinya. Hal lain yang tak kalah menyenangkan adalah menonton film (mata kuliah apresiasi film etnografi),   mewarnai wayang karton dengan cat tembok (apresiasi kriya etnik), hingga lucunya adalah tugas membaca novel impor. Sungguh tugas-tugas yang menyenangkan. Semoga memang benar adanya.  Adapun mata kuliah Antropologi yang menarik bagi saya adalah Antropologi Ragawi. Jangan bayangkan kami akan membedah mayat layaknya mahasisiwa kedokte...