Langsung ke konten utama

Saat Tuk Lepas


Setiap orang atau mungkin lebih tepatnya beberapa orang pasti mengenal betul bagaimana rasa yang tercipta ketika saat itu tiba. Saat dimana jubah putih abu (baca SMA) benar-benar lepas dari tubuh kita. Segala beban seolah terhempas dari diri.

Namun, euforia yang ada seolah tak menyadarkan kita bahwa akan ada tanggung jawab yang lebih berat sebagai si anak besar (baca Mahasiswa). Tapi tak apalah kesenangan itu kita umbar sejenak. Nanti saat sudah terjun di dunia yang baru dengan jubah yang baru pula, kita pasti bisa bertransisi dan berselaras sesuai tanggung jawab yang diberikan.

Semoga kegembiraan lampau yang saat ini bahkan masih berlangsung, tidak membuat kita kebablasan menikmatinya. Salam sukses ...

Komentar

Posting Komentar

Berikan komentar, apapun yang sekiranya bermanfaat bagi banyak orang. Ini adalah forum untuk berbagi. Menuliskan satu kebaikan adalah murni untuk kebaikan bersama...

Postingan populer dari blog ini

MASA

Malam itu aku tertuntun dengan tanpa sadar oleh hawa yang tak pernah kurasa sebelumnya. Perlahan tapi pasti aku mulai langkahkan kaki pada anak tangga yang terasa menanjak dan jauh dari jangkauan. Semilir angin subuh semakin terdeteksi. Bertanya dalam hati apakah aku sudah berjalan sangat lama hingga subuhpun datang hampir menyongsong? Nafasku mulai terengah oleh dinginnya bisikan pohon dan tawa jangkrik yang masih terdengar walau sendu. Hati berdebar tak karuan. Bau itu semakin menyadarkanku akan memori lama yang mulai bisa kukubur bertahun lalu. Sayangnya aku tak ingat memori yang mana itu. Dimanakah aku? Terdamparkah aku? Tak tahan diri ini harus bergelut dengan untaian pertanyaan yang terus menderu dalam pikir. Tangga besi yang kunaiki ingatkanku pada deburan langkah kaki masa lalu. Dindingnya masih sama, bangku coklatnyapun masih sama. Jendela itu, ya jendela-jendela itu pun terlihat masih sama dan tak asing bagiku, langit-langitnya yang melengkung juga terlihat akrab oleh mataku....

Jejak

Perjuangan Kaum Intelektual, ibarat mengikuti jejak para Nabi. Terus & terus tanpa kenal lelah menuju sebuah kemandirian masyarakat MADANI & Ridho Allah Semata. Jikalau tak cukup usiaku... Aku berharap akan terus berlanjut pada generasi berikutnya.

Suatu saat nanti

S uatu saat nanti... kita akan lihat gambar ini dimanapun kita berada! Bahkan disetiap pintu hati kaum Dhu'afa... Ada sebuah harapan untuk masa depan... Bukan hanya untuk mereka... Tapi juga untuk dan bagi kita! Ini bukan khayalan... Karena ini PASTI! Jiwa yang putih akan melihat... jauh mendahului yang lainnya! Semoga itu aku ! Semoga itu kamu!